Senin, 23 September 2013

Chapter 01 : Kasus Pertama !

   Riyan Hidayat adalah seorang siswa berumur 17 tahun yang sangat mengagumi tokoh fiksi Sherlock Holmes. Dia selalu mengikuti gaya idolanya itu, meskipun begitu dia memang memiliki naluri seorang detektif yang kuat. Dia bersama teman-teman sekelasnya yang sama-sama mengagumi Sherlock Holmes yaitu Agam, Galih, Imam, dan Wijaya selalu berlomba-lomba untuk meniru kebiasaan dan gaya Sherlock Holmes dalam berbicara maupun cara berfikirnya. Lalu pada suatu hari terjadi hal yg tidak biasa di waktu istirahat, seorang siswi bernama Sekar nampak murung dengan mata seperti ingin menangis. Riyan yang hendak pergi ke toilet mengurungkan niatnya dan menghampiri Sekar.

"Lo kenapa ngatini?" Begitulah ia memanggil Sekar. 
"Hp gue ilang, tadi pas ke kantin gue lupa ninggalin hp di tas. Cuma 5 menit gue di kantin, trus gue buru-buru balik ke kelas buat ngambil hp, ternyata udah ga ada." Jawab sekar sambil menahan tangis.

   Lalu Riyan segera mengeluarkan ponsel dari kantong celananya dan melakukan panggilan ke ponsel sekar. Dan ternyata ponsel Sekar sudah tidak aktif.

"Boleh gue liat tasnya? Tas lo ini baru kan?" Tanya Riyan sambil memasukan kembali ponsel ke kantong celananya. Lalu Sekar memberikan tas besarnya itu.

   Belum sempat Sekar menjawab, Riyan langsung berlari keluar kelas menuju kelas sebelahnya, dan ternyata kelas itu kosong, semua siswa dan siswi kelas itu sedang beristirahat. Lalu Riyan mengirim kan pesan kepada Agam, Galih, Imam, dan Wijaya. Pesan itu berbunyi.

"Cari anak ips yg pendek, trus kuku jempolnya panjang. Tarik paksa ke kelas kita."

   Setelah mereka membaca pesan tersebut, mereka langsung bergerak mencari orang dengan ciri-ciri tersebut. Karna mereka tau ada hal yang sangat serius di balik pesan tersebut. Lalu Riyan kembali ke kelas dan menunggu hasil tangkapan teman-temannya.

"Lo ngapain sih yan?" Tanya Sekar kebingungan.
"Bentar lagi hp lo balik ke kelas ini, bareng sama orang yang ngambil hp itu. Lo tenang aja ngat." Jawab Riyan dengan ramah, mencoba menenangkan hati temannya itu.

   Setelah 10 menit berlalu Agam, Galih, Imam dan Wijaya datang membawa seorang anak ips bernama Ara. Anak itu sesuai dengan deskripsi yang Riyan berikan, anak yang pendek dengan kuku jempol yang panjang.

"Mana hpnya ngatini?" Tanya Riyan dengan tatapan tajam sambil menarik kerah baju Ara.
"Lu jangan asal nuduh yan, gue dari tadi di kantin. Apa buktinya gue yang ngambil hp Sekar?"
"Fakir, ambil tas si tangan panjang ini." Fakir adalah panggilan untuk Agam.

   Agam segera berlari mengambil tas Ara, lalu Riyan menyuruhnya untuk menggeledah tas tersebut. Wajah Ara terlihat sangat pucat saat Agam menggeledah tasnya, dan dia semakin ketakutan saat Riyan menyuruh Wijaya dan Galih memegangi kedua tangannya agar Ara tidak bisa kabur. Ternyata benar, ponsel Sekar berada dalam tas Ara. Sekar pun terkejut sekaligus kegirangan.

"Ko lo tau ara yang ngambil hp gue?"
"Gue kebantu banget sama tas baru lo ngat."
"Hahh??? Kok bisa? Apa hubungannya sama tas baru gue?"
"Tas baru ga mungkin sletingnya udah pada lecet begitu, pasti lo ga perhatiin. Itu dia kenapa gue bilang kuku jempolnya panjang, jadi waktu dia buka tas lo, kukunya yang panjang ngegores sleting lo. Gw lebih yakin lagi pas ngeliat dia sekarang, kuku jempolnya kaya abis bergesekan."
"Trus lo tau dari mana dia pendek?"
"Di kolong meja lo ada 2 jejak kaki yang beda, 1 gede, 1 lagi kecil. Yang gede gue yakin itu jejak kaki lo sendiri. Nah orang tinggi mana yang punya ukuran kaki kaya anak SMP gini?"
"Gue tau kenapa lo bilang dia anak IPS. Karna anak IPA ga ada yang pendek kan !!!" Seru Galih dengan penuh percaya diri.
"Itu bener, kalo dijawab sama anak Bodoh."
"Trus, ko lo bisa tau yang ngambil anak ips? Kan bisa aja anak STM?" Tanya Sekar masih kebingungan.
"Dari gedung STM butuh tiga menit jalan kaki ke gedung ini. Lo tadi bilang di kantin cuma lima menit kan ngat. Jadi ga mungkin dalam waktu dua menit dia bisa nemu hp lo trus kabur."
"Loh, bisa aja kan anak STM itu lari kesini !!" Balas Galih mencoba mematahkan teori Riyan.
"Kenapa orang bodoh berisik banget ya? Anak STM ngelewatin pos satpam supaya bisa kesini. Seragam anak STM juga beda sama IPA atau IPS. Jadi kalo ada anak STM lari kesini di waktu istirahat,pasti ketauan sama satpam karna seragam mereka beda sama kita. Sedangkan anak IPS dengan seragam yang sama dan kelasnya sebelahan sama kita, lima menit itu waktu yang cukup buat ngambil hp." Balas Riyan dengan sombong dan nada agak tinggi.

   Setelah itu Ara dilaporkan ke wali kelasnya dan dia pun diberikan surat peringatan dari sekolah. Keesokan harinya orang tua Ara datang ke sekolah dan meminta maaf pada Sekar. Sekar sangat berterima kasih pada Riyan sedangkan keempat temennya itu merasa semakin tertinggal oleh kecerdasan yang dimiliki oleh Riyan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar